Nameless Story (名無し物語) – Prologue

I know I’m not good at English, but somehow I feel awkward if I try to write it with Bahasa Indonesia. Well, it’s jut my way to learn English.


Do you ever experienced? A dream which seems very very important that could affect the world or even the universe but you somehow can not remember what content of your dream no matter what? Yes, I just have that kind of dream.

It’s somehow very vague, but it’s definitely something big happen in my dream. I would never exaggerate it by saying it could affect the world or even the universe. But somehow, I feel it could affect my whole life. That’s why I wish I could remember it soon. Continue reading

Saya Beruntung Hanya Kehilangan Beberapa Giga Data

Bekerja dengan linux server itu perlu ketelitian. Bagaimana tidak, coba kita lihat beberapa waktu yang lalu, gitlab sempat beberapa jam down karena ada sedikit kesalahan, begitu juga Amazon AWS yang sempat down dan membuat sekian persen situs internet tidak bisa diakse, dan beberapa kisah lainnya.

Bahkan saya juga mengalaminya hari ini. Seluruh file di home directory yang berumur lebih dari 30 hari terhapus. Penyebabnya simple, ada satu bug yang tidak kelihatan tapi fatal di bash script untuk backup yang saya buat. Script yang harusnya membackup web file dan konfigurasi server, malah berbalik menghapus file-file yang ada dan membuat beberapa web saya tidak dapat bejalan dengan benar.

Backup script yang saya buat:

Bug adalah hal biasa dalam membuat program. Bahkan kadang muncul dalam script yang sederhana sekalipun. Script diatas dapat berjalan normal jika semuanya lancar. Tapi semua berubah ketika mediafire-fuse nya sudah berjalan tanpa flag tertentu.

Tanpa diberi flag/options tertentu, seperti allow-root atau allow-other, mount point mediafire-fuse (dalam script diatas /media/mediafire) hanya bisa diakses oleh user, bahkan root pun tidak bisa masuk. Karena backup perlu mengcopy web file dan konfigurasi server, maka harus dijalankan oleh root. Lalu karena mediafire-fuse sudah berjalan dengan user saya tanpa flag apapun, backup script tidak bisa masuk ke mediafire-fuse mount point. Di sinilah bugnya.

Begitu tidak bisa masuk mount point (line 62), maka direktori kerja (working directory) tetap berada dimana saya mengeksekusi backup script-nya (dalam hal ini home directory saya). dan melanjutkan perintah selanjutnya (line 63) yaitu ‘find -type f -mtime +30 -delete’ yang menghapus semua file yang berumur lebih dari 30 hari. Seandainya bisa masuk mediafire-fuse mount point, maka yang akan terhapus adalah backup yang berusia lebih dari satu bulan.

Yah, saya beruntung hanya beberapa giga file di home direktori yang terhapus. Coba bayangkan jika direktori kerja yang saya gunakan bukanlah home direktori tapi root direktori dengan superuser (sudo). Bukan hanya file di home direktori yang hilang, tapi seluruh file di server saya yang lenyap.

 

Ayakashiko Chapter 1 Bahasa Indonesia

Meski hanya berkecukupan, tinggal bersama Zashiki Warashi yang suka makan, siluman rubah yang suka jahil dan siluman salju yang tidurnya di dalam kulkas ternyata bisa cukup menyenangkan… Selamat datang di kehidupan sehari-hari para siluman…

Cover
Cover Ayakashiko Vol. 1

Satu lagi manga dari Hijiki-sensei setelah kemarin Riko to Haru to Onsesn to Iruka
Chapter 1
Wisma Siluman ketambahan satu penghuni… Nene si Nekomata/siluman kucing

Baca Online: https://reader.sanusi.me/Ayakashiko/01
Unduh: https://storage.sanusi.me/index.php/s/COqOYwZlOpcaAlj

Riko to Haru to Onsen to Iruka Chapter 1 Bahasa Indonesia

Karena pekerjaan ibunya yang harus keluar negeri, Riko memilih untuk tinggal sendirian di Jepang dan tinggal ditempat teman Ibunya. Ditempat tinggalnya yang baru, telah menanti teman masa kecilnya yang penuh semangat.

Riko, Haru, dan Pemandian Air Panas Irukawa
Bagian 1. Riko, Haru, dan Pemandian Terbuka

Kini tersedia dalam Bahasa Indonesia

cover
Cover Riko to Haru to Onsen to Iruka

Baca online: https://reader.sanusi.me/Riko_to_Haru_to_Onsen_to_Iruka
Unduh: https://storage.sanusi.me/index.php/s/KgewY0vIP8pg6yk

Linux Apache/Nginx MariaDB PHP

Ohayou gozaimasu… hisashiburi desu… Another day, another blog post…

Kali ini saya ingin membahas mengenai LAMP/LEMP server, yang merupakan singkatan dari Linux, Apache/Nginx (baca: Engine X), Mariadb dan PHP. LAMP server bisa dibilang merupakan satu kesautan yang hampir tidak bisa dipisahkan dalam hal web development. LAMP server hanya bisa berjalan di linux system karena L-nya adalah linux, untuk di windows server sendiri namanya WAMP. Selain LAMP dan WAMP, ada lagi XAMPP yang bisa berjalan pada multi platform yang ditujukan hanya sebagai development tools pada localhost, bukan untuk production.

Oke, kita lanjutkan bahas LAMP. Yang pertama adalah Linux. Linux, atau GNU/Linux, adalah sebuah operating system yang dipakai untuk menjalankan program-program yang diperlukan. Juga sebagai tempat untuk menempatkan file-file yang akan dijadikan web. Kenapa saya memilih linux? Jawabnya mudah: gratis. Kita tidak perlu lagi dipusingkan untuk membeli lisensi windows server yang entah berapa harganya. Dan karena sifatnya yang open source, masalah-masalah yang munculpun dengan mudah diatasi karena dukungan komunitas yang sangat besar.

Apakah linux server yang harus digunakan? Tidak. Linux disktop pun bisa digunakan sebagai server. Tinggal install aja yang dibutuhkan, karena L-nya sudah tersedia, selanjutnya install A/EMP-nya saja. Untuk penginstalan LAMP server di ubntu cukup mudah, tinggal melakukan perintah:

sudo apt install lamp-server^

Maka Apache, MySQL, dan PHP-nya secara langsung terinstal.

Yang kedua adalah Web server. Ada berbagai macam web service di dunia ini, mulai dari yang mudah dan berat sampai yang susah tapi ringan. Yang paling sering diapakai oleh kebanyakan orang adalah Apache dan Nginx, ada juga IIS yang hanya berjalan pada windows. Kalau saya sendiri lebih sua memakai Apache karena lebih mudah untuk melakukan konfigurasi meski web server yang satu ini cukup memakan resource. Untuk yang menginginkan resource yang lebih rendah, bisa menggunakan Nginx meski agak ribet membuat konfigurasinya.

Yang ketiga adalah Database server. Seperti halnya web server, database server juga ada berbagai macam. Secara default, saat melakukan penginstalan dengan lamp-server^ di ubuntu, maka databse server yang terinstall adalah MySQL. Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan MariaDB daripada MySQL. Bukan kenapa-kenapa, tapi menurut saya perkembangan MariaDB lebih cepat daripada MySQL, selain itu dari perbandingan yang ada di internet, MariaDB memiliki performance lebih tinggi dari MySQL. MariaDB sendiri sebenarnya database server yang dibuat berdasarkan MySQL oleh pengembang MySQL setelah MySQL diambil alih oleh Sun Microsystem. Untuk instalasi MariaDB mungkin di post selanjutnya.

Yang terakhir adalah PHP, ya untuk instalasi dengan lamp-server^ yang terinstall adalah php, namun tidak selalu harus menbggunakan php untuk membuat sebuah web, bisa menggunakan, Python, Perl dan sebagainya. Untuk instalasi php tidak hanya php itu sendiri yang harus diinstall, tapi juga butuh php library yang lain, sebagai contoh, kita aka membutuhkan php-gd atau php-imagic untuk melakukan pengolahan gambar dengan php. Kita juga harus menginstall library yang berbeda tergantung web server apa yang kita gunakan. Jika kita emnggunakan web server Apache, maka kita harus meginstall libapache2-mod-php7 atau libapache2-mod-php5, sedangkan jika mengunakan nginx, maka kita harus menginstall php-fpm.

Mungkin itu saja dari saya… kita bertemu lain kali dengan bahasan yang berbeda… see ya…

Saya Memilih VPS

Beberapa bulan lalu saya memutuskan untuk menyewa VPS. Yah, bukan untuk keperluan apa-apa sih, hanya saja rasanya lebih enak jika punya sesuatu itu bisa di kontrol sendiri dan tidak ngikut peraturan orang, selain itu juga karena saya membutuhkan program yang tidak bisa dijalankan pada shared web hosting, karena itulah saya memilih untuk menyewa vps.

Yah, sebelumnya, beberapa tahun yang lalu juga pernah mengelola vps sih, meski bukan vps sendiri melainkan milik sebuah kelompok yang di pakai sebagai server game online dan server komunitas. Selain itu pengalaman memegang beberapa server linux juga lah yang membuat saya berani mengambil keputusan untuk menyewa vps.

Pada awalnya saya menyewa vps dari sebuah perusahaan lokal tempat biasa saya beli domain. Menurut saya cukup murah sih, hanya IDR 110k perbulannya. Meski ada yang lebih murah kalo pas ada promosi. Awal pakai cukup nyaman, koneksi lancar dengan up time tinggi. Satu-dua minggu dipakai enggak terlalu ada masalah berarti, kecuali pada pengaturannya.

Karena saya menggunakan server saya untuk menjalankan hidden service (web/service di deep web) maka saya harus memberikan pengamanan ekstra untuk server saya, namun karena vps yang saya sewa memakai virtualisasi OpenVZ, saya tidak bisa mengatur firewall sesuai keinginan saya, dan kernel-nya pun ikut kernel host, tidak memakai kernel sendiri. Sehingga akhirnya saya mencari alternatif lain.

Awal bukan ini akhirnya saya menemukan apa yang saya cari. VPS dengan virtualisasi KVM yang memungkinkan untuk mengatur system kita sendiri secara penuh. Meski memang agak merepotkan untuk melakukan pengamannya karena harus kita lakukan sendiri karena merupakan unmanaged vps dan saya tidak menginstall cpanel di dalamnya, cpanel bayar sih…

Nah, setelah dapat VPS akhirnya sekalian saja beli domainnya, biar terkesan profesional meski bukan. Meski VPS yang saya pakai ini menggunakan virtualisasi KVM, harga vps ini cukup murah, hanya USD 10 perbulan. Apa lagi penyedia layanannya (vps dan domain) menerima pembayaran melalui bitcoin yang mana merupaka pendapatan utama saya, jadi lebih mudah…

sampai di sini dulu… masalah instalasi, konfigurasi, dan pengamanan besok lagi..

ja nee…

A new site, a new start, for a better life

HIi, hisashiburi…

Hiraukan for a better life di judulnya…

Blog baru lagi blog baru lagi! Kali ini blog keberapa yang kau buat? Paling ntar juga gak ada isinya kayak sebelum-sebelumnya… Semoga saja tidak.

Yah, aku akui, sudah entah berapa banyak blog dengan berbagai domain -baik gratis atau berbayar- yang sudah ku buat, tapi hampir semuanya terabaikan. Semoga tidak kali ini.

Lalu kenapa aku membuat blog baru kali ini? Alasannya cukup mudah. Biar lebih personal aja, blog dengan domain personal kan rasanya lebih enak dipandang gitu. Selain itu juga biar vps-nya enggak nganggur. sayang kan udah sewa vps mhal-mahal cuman dianggurin? emang sih vps-nya dipake buat kerja, tapi kalo cuman itu masih ada space yang bisa dimanfaatin, yaudah aku bikin blog sama personal site aja.

Rencana sih mau ngisi blog ini tentang beberapa hal yang aku sukai, paling tentang linux, web development, anime sama manga. enggak banyak kan? apa terlalu banyak? biarin lah…

viewer sih enggak narget, enggak ada target khusus buat web ini. paling cuman buat self-satisfaction. Bahasa kerennya itu jiko manzoku…

Ja, mata… see you again…